Asi meningkatkan kecerdasan anak Awan Ukaya

Asi meningkatkan kecerdasan anak

Kecerdasan seseorang sebenarnya dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor keturunan (genetik atau bawaan) dan juga faktor lingkungan. Orang tua yang cerdas umumnya anaknya akan cenderung cerdas pula, apalagi adanya lingkungan yang mendukung perkembangan kecerdasannya sejak masih di dalam kandungan, masa bayi, dan balita.

Jadi walaupun kedua orang tuanya cerdas, namun jika lingkungannya tidak menyediakan kebutuhan pokok untuk pengembangan kecerdasannya, maka potensi kecerdasannya tidak dapat berkembang secara optimal.

Salah satu kebutuhan pokok pengembangan kecerdasan adalah melalui asupan gizi yang diterima si anak sejak masih di dalam kandungan melalui asupan makanan ibunya. Sedangkan setelah bayi lahir, diperlukan ASI yang kaya akan zat gizi untuk menunjang proses tumbuh kembang otak.

Namun, agar ASI mengandung semua zat gizi yang diperlukan anak, ibu harus mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang setiap hari selama hamil maupun menyusui. Ibu juga perlu mengonsumsi makanan yang kaya protein, misalnya ikan, daging, telur, tempe, tahu, dan susu skim, serta lebih banyak mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan.

Berikut beberapa zat gizi ASI yang berperan dalam otak anak kita:

Asam lemak esensial

ASI merupakan sumber asam lemak esensial, yaitu asam lemak yang harus dipenuhi kebutuhannya dari luar tubuh. Asam lemak esensial di dalam tubuh bayi akan diubah menjadi DHA (asam dokosaheksanoat) dan AA (asam arakhidonat). Lemak di dalam ASI berfungsi sebagai sumber energi. Selain itu, sebagian kecil lemak berfungsi sebagai mikronutrien yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan otak. Lipid sebagai mikronutrien terutama terdapat dalam bentuk fosfolipid.

 

Protein

Komponen dasar protein adalah asam amino yang berfungsi membentuk struktur otak.

Vitamin B Kompleks

Beberapa jenis vitamin B yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang otak adalah vitamin B1, vitamin B6, dan asam folat (vitamin B9).

Kolin

Kolin merupakan pembentuk sejenis neurotransmitter, yang disebut dengan asetilkolin.

Yodium, zat besi, dan zat seng

Yodium dibutuhkan untuk pembentukan hormon tiroksin, yaitu jenis hormon yang diperlukan dalam pembentukan protein untuk membantu proses tumbuh kembang otak.