Anak mengalami kolesterol Awan Ukaya

Anak mengalami kolesterol

Berhati-hatilah, karena sekarang kolesterol tidak hanya identik menjangkit para orangtua namun bisa juga terjadi pada anak-anak. Hal ini karena kesalahan orangtua mereka dengan memberi pola makan yang salah / karena turunan.

Tingginya kadar kolesterol pada masa anak-anak memang jarang sekali dilaporkan sebagai salah satu masalah kesehatan. Masalah yang berkaitan dengan tingginya kadar kolesterol juga jarang sekali dibahas sampai sekarang, sehingga kaitan antara kesehatan anak dan kolesterol seringkali diabaikan. Padahal upaya untuk mengendalikan kadar kolesterol pada anak-anak adalah suatu hal yang sangat penting, khususnya bagi mereka yang orang tuanya memiliki kadar kolesterol tinggi.

Kolesterol merupakan suatu lemak yang diproduksi di hati dan digunakan oleh tubuh untuk membentuk dinding sel dan beberapa hormon tertentu. Kolesterol tidak dapat bekerja sendiri di dalam tubuh, karena? harus bergabung dengan protein untuk dapat bergerak dalam peredaran darah. Kolesterol dan protein akan bekerja secara bersama-sama dan disebut dengan lipoprotein.

Terdapat dua jenis lipoprotein di dalam tubuh, yaitu:

  1. Low-Density Lipoprotein (LDL), disebut juga kolesterol jahat. Jika terlalu banyak di dalam darah, maka dapat menyumbat dinding arteri di jantung dan otak.
  2. High-Density Lipoprotein (HDL), disebut juga kolesterol baik. HDL akan membawa kolesterol dari arteri kembali ke hati.

Tingginya kadar LDL dalam darah akan berisiko terhadap terjadinya penyakit jantung dan stroke, sedangkan tingginya kadar HDL dalam darah justru dapat membantu melindungi sistem sirkulasi darah.

Kadar kolesterol yang tinggi pada anak dapat disebabkan oleh pola makan yang tinggi lemak, adanya riwayat dari orang tua, dan kegemukan atau obesitas. Pemeriksaan kolesterol pada anak-anak dapat dimulai saat usianya dua tahun, khususnya bagi anak yang memiliki risiko tinggi kolesterol.