anak cerdas = orangtua cerdas? Awan Ukaya

anak cerdas = orangtua cerdas?

Anak yang cerdas belum tentu karena faktor keturunan dari orangtuanya saja. Ada tiga faktor yang mempengaruhi laju pertumbuhan dan tingkat intelegensia seorang anak, yaitu

1. faktor keturunan

2. faktor lingkungan

3. dan faktor gizi

Faktor keturunan atau genetik dari kedua orang tua ternyata hanya berperan sekitar 30 hingga 40% terhadap kecerdasan seorang anak. Faktor lingkungan merupakan keadaan sehari-hari yang dihadapi oleh si anak, yang akhirnya sangat mempengaruhi kecerdasannya. Anak yang pintar harus selalu dilatih ketrampilan dan kemampuannya untuk mempertahankan kecerdasannya, karena jika tidak diasah, maka potensi tersebut dapat berkurang atau mungkin akan hilang.

Faktor gizi dapat meliputi jumlah nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan maupun perkembangan otak seorang anak. Faktor tersebut sangat berperan terhadap kecerdasan seorang anak karena kekurangan gizi atau malnutrisi akan menurunkan mutu otak seorang anak.

Selama masa kehamilan, diketahui otak janin memerlukan banyak energi untuk perkembangannya, yaitu sekitar 70%. Meskipun massa otak janin adalah 16% dari massa tubuhnya. Energi tersebut dapat diperoleh dari asupan gizi melalui ibunya.

Pertumbuhan sel otak pada masa anak-anak berlangsung sangat sempurna. Bila faktor gizinya tidak diperhatikan dengan baik, maka kemungkinan ketidaksempurnaan pertumbuhan sel otak dapat terjadi.

Komponen utama pembentuk otak adalah lemak, sedangkan komponen pembentuk sel-sel saraf baru di dalam otak adalah protein. Selain itu, vitamin dan mineral tertentu juga berperan untuk pertumbuhan otak seorang anak.