Cara Setan Menguasai hati manusia Awan Ukaya

Cara Setan Menguasai hati manusia

Kiat setan yang paling dominan untuk menguasai hati manuasia menurut Al-Ghazali adalah kiat waswas, sebuah keadaan dimana orang merasa ragu-ragu bahkan takut melakukkan perbuatan karena alasan tertentu. Untuk lebih memahami arti waswas ada ilustrasi dari sebuah hadits bagaimana setan melakukannya. Rasulullah SAW bersabda:

“Setan berupaya menipu manusia dengan beberapa cara, pertama manjauhkan manusia dari memeluk agama Islam. Katanya, ‘Kenapa kamu meninggalkan agama dan leluhurmu.’ Apabila setan tidak berdaya menggodanya, maka setan akan kembali dengan usikan yang lain. ‘Kenapa kamu harus berhijrah meninggalkan istri dan tanah airmu.’ Apabila itu tidak pun bisa manusia atasi, maka setan akan kembali saat manusia akan berjihad. ‘Kenapa kamu harus berjihad, sedangkan di sana kamu nanti akan kehilangan nyawa dan hartamu akan dibagi-bagikan.’ Apabila manusia masih bisa mengalahkan tipu daya setab itu dan masih meneruskan jihadnya, kemudian manusia itu mati, maka mereka layak memperoleh balasan surga Allah.”

Keragu-raguan yang mengusik pikiran manusia sehingga gagal dalam melaksanakan kewajiban Illahi, seperti yang diungkapkan dalam hadits itu sebagai contoh dari waswas yang ditiupkan setan dalam hati seorang muslim. jadi, jelas bahwa was-was adalah keragu-raguan untuk berbuat baik. Apapun perbuatan baik itu , apabila kita merasa ragu dalam melaksanakannya, pada hakikatnya kita telah terkena tiupan waswas dari setan.

Bersedekah, contoh perbuatan yang sering dibarengi sikap waswas. Misalnya ada pengemis di hadapan kita, mula-mula mau memberi lima ribu karena merasa kasihan, tapi dipikir-pikir lagi, lima ribu terlalu banyak, jadi seribu tapi dipikir-pikir lagi jangan-jangan ini pengemis bohong, ya sudahlah tidak jadi saja. Takut uangnya habis kalau dibagi-bagikan dengan orang yang tidak jelas.

Waswas sebagai strategi setan dalam upaya memperdaya manusia. Amal sholeh yang diawali dengan keragu-raguan dan kita gagal melakukannya, itu artinya tipu daya waswas setan berhasil memperdaya. Sikap ini masuk dalam level al-khawathir yang menentukan awal amal kebaikan dan keburukan manusia. Dan ini berhubungan dengan hati manusia. Nabi SAW bersabda, “Dalam hati manusia itu terdapat dua wilayah, pertama wilayah malaikat yang senantiasa manjanjikan kebaikan dan percaya pada kebenaran, dan barang siapa merasakan dalam hatinya itu kebaikan. Ketahuilah bahwa hai itu terbitnya dari Allah dan ucapkanlah pujian kepadanya. Kedua wilayah musuh yang senantiasa menjanjikan keburukan, mendustakan kebenaran dan mencegah amal baik, dan barang siapa merasakan dalam hatinya hendaklah dia memohon perlindungan kepada Allah SWT.”

Bagaimanapun hati manusiapada prinsipnya ada pada posisi netral. Kecenderungannya pada kebaikan (ilham) dan keburukan (waswas) disebabkan oleh faktor yang mengiringinya. Faktor datangnya ilham adalah penentangan manusia terhadap nafsunya. Upaya mengosongkan jiwa dari hal-hal yang tercela sekaligus menghiasi dirinya dengan sifat-sifat yang terpuji. Sementara sebab bisikan negatif, karena manusia mengikuti hawa nafsunya, atau manusia memiliki sifat-sifat yang jelek dan berusaha menghiasi dirinya dengan sifat yang baik.